Mantup — Suasana khidmat dan penuh haru menyelimuti halaman SMP dan SMK Ma’arif NU Mantup, Kabupaten Lamongan, saat Lembaga Pendidikan Ma’arif NU Kecamatan Mantup menggelar purnawiyata bersama bagi siswa kelas IX SMP Ma’arif 4 Mantup dan kelas XII SMK Ma’arif NU Mantup tahun ajaran 2025/2026, Ahad (24/5/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri oleh KH Bi’in Abdul Salam, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Mantup, pengurus MWC NU Mantup, jajaran pengelola SMP dan SMK Ma’arif NU Mantup, kepala SD/MI dan SMP/MTs se-Kecamatan Mantup, tokoh masyarakat, serta wali murid dari kedua lembaga.
Rangkaian acara diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, dilanjutkan prosesi purnawiyata yang berlangsung penuh kebanggaan. Pada kesempatan itu, pihak sekolah juga memberikan penghargaan kepada para siswa berprestasi sebagai bentuk apresiasi atas capaian akademik dan nonakademik selama menempuh pendidikan.
Untuk tingkat SMK Ma’arif NU Mantup, lulusan terbaik jurusan Manajemen Perkantoran diraih Aula Rizqiyah, jurusan Teknologi Komputer dan Jaringan diraih Ahmad Naufal, jurusan Akuntansi diraih Bilqis Aulia, serta jurusan Teknik Sepeda Motor diraih M. Rehan Praharto. Sementara itu, lulusan terbaik SMP Ma’arif 4 Mantup diraih Ikfina Zaqiyatussa’adah sebagai terbaik pertama, Khansa Nadhifa Rania Azalia sebagai terbaik kedua, dan Chintia Melanie D sebagai terbaik ketiga.
Dalam sambutannya, Kepala SMK Ma’arif NU Mantup menyampaikan rasa syukur atas kelulusan seluruh siswa yang mencapai 100 persen. Ia berharap para lulusan mampu melanjutkan pendidikan maupun memasuki dunia kerja dengan tetap menjunjung tinggi nilai kejujuran dan karakter Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja).
“Keluar dari lembaga ini, kalian bukan hanya membawa ijazah, tetapi juga membawa tanggung jawab moral. Jaga nama baik almamater, tetap istiqamah menjalankan amaliyah An-Nahdliyah, serta hormati orang tua dan guru yang telah mengantarkan kalian hingga titik ini,” pesannya di hadapan para wisudawan.
Sementara itu, dalam mauidhoh hasanah dan arahannya, KH Bi’in Abdul Salam menekankan pentingnya nilai ketauhidan, bakti kepada orang tua, serta rasa syukur atas ilmu yang diperoleh selama menempuh pendidikan.
Menurutnya, ilmu akan menjadi manfaat apabila dilandasi rasa takut kepada Allah SWT. Ia mengingatkan bahwa ilmu tanpa landasan moral dan spiritual dapat menimbulkan kerusakan, terlebih ketika seseorang berada pada posisi strategis dalam kehidupan masyarakat.
“Orang yang memiliki ilmu dan jabatan strategis, tetapi tidak didasari ilmu yang bermanfaat, justru bisa membawa bahaya dan menyusahkan banyak orang,” tuturnya.
Acara purnawiyata juga dimeriahkan dengan berbagai penampilan seni dari para siswa. Siswi SMP Ma’arif 4 Mantup menampilkan tari tradisional, sementara kelompok paduan suara Swaranada SMKNUM Choir (SSC) dari SMK Ma’arif NU Mantup berhasil memukau para hadirin dengan penampilan musikal mereka.
Suasana haru semakin terasa saat sesi sungkeman dan bersalaman antara siswa dengan orang tua. Tangis haru pecah di sejumlah sudut ruangan ketika para siswa menyampaikan rasa terima kasih atas doa dan perjuangan orang tua selama mendampingi proses pendidikan mereka.
Sebagai penutup, panitia menayangkan video testimoni alumni yang telah sukses berkiprah di dunia kerja maupun pemerintahan. Tayangan tersebut menjadi motivasi bagi para lulusan untuk terus melangkah dan mengembangkan potensi diri di masa depan.