LAMONGAN —Kegiatan Karang Pamitran dan Pelantikan Pengurus Majelis Pembimbing Satuan Komunitas Pramuka Pandu Ma’arif NU Koordinator Kecamatan Paciran digelar di MIS Mu’awanah Banjarwati, Kamis (29/1/2026). Kegiatan ini menjadi ajang konsolidasi pembina dalam memperkuat peran kepramukaan sebagai wahana pendidikan karakter di lingkungan pendidikan Ma’arif NU.
Sebanyak 71 pembina dari berbagai pangkalan dan gugus depan se-Kecamatan Paciran mengikuti kegiatan tersebut. Kehadiran para pembina mencerminkan komitmen bersama dalam menjaga keberlanjutan gerakan Pramuka Pandu Ma’arif NU yang berlandaskan nilai Ahlussunnah wal Jama’ah.
Kegiatan dibuka oleh Ketua Majelis Pembimbing Satuan Komunitas (Ka Mabi Sako) Pramuka Pandu Ma’arif NU Koordinator Kecamatan Paciran, Yahya Nur Kholis, M.Pd. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa Karang Pamitran bukan sekadar forum temu pembina, melainkan ruang konsolidasi nilai dan komitmen bersama.
Menurut Yahya, Pramuka memiliki peran strategis dalam membentuk generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga kuat secara mental, sosial, dan spiritual. “Pramuka Pandu Ma’arif NU harus menjadi ruang pembentukan karakter yang memadukan nilai keislaman, kebangsaan, dan kepemimpinan dalam praktik nyata,” ujarnya.
Arahan juga disampaikan oleh Ka Mabi Sako Pramuka Pandu Ma’arif NU Cabang Lamongan, Drs. H. Ali Nurdin, M.Pd. Ia menekankan pentingnya sinergi dan kolaborasi antarpembina serta antarpangkalan sebagai kunci keberlanjutan gerakan Pramuka.
Ali Nurdin mengajak para pembina meninggalkan ego sektoral dan membangun gerakan bersama melalui berbagi praktik baik dan saling menguatkan. “Pramuka akan tetap relevan jika kita mau berjalan bersama, belajar bersama, dan tumbuh bersama,” katanya.
Pada kesempatan tersebut juga dilakukan pelantikan pengurus Satuan Komunitas Pramuka Pandu Ma’arif NU Koordinator Kecamatan Paciran. Pelantikan ini menandai dimulainya amanah baru dalam mengembangkan kegiatan kepramukaan yang berorientasi pada pembinaan karakter dan nilai ke-NU-an.
Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian materi Ke-Sako-an Pandu Ma’arif NU, Scouting Skill, serta metode kepramukaan di era digital. Materi ini menegaskan pentingnya adaptasi terhadap perkembangan teknologi tanpa menghilangkan nilai keteladanan dan kebersamaan.
Diskusi berlangsung aktif dengan partisipasi para pembina yang berbagi pengalaman dan tantangan di pangkalan masing-masing. Kegiatan ditutup dengan penyusunan Rencana Tindak Lanjut (RTL) sebagai bentuk komitmen implementatif hasil Karang Pamitran.
Melalui kegiatan ini, Pramuka Pandu Ma’arif NU Kecamatan Paciran meneguhkan perannya sebagai gerakan pendidikan karakter yang kolaboratif dan berorientasi masa depan, sekaligus berkontribusi dalam menyiapkan generasi berakhlak mulia dan berjiwa kepemimpinan.