Lewati ke konten utama
Logo LP Maarif NU Lamongan

KKG MI Ma’arif NU Turi Gelar Pelatihan KBC dan Deep Learning

KKG MI Ma’arif NU Turi Gelar Pelatihan KBC dan Deep Learning
23 Apr 2026 admin@maarifnulamongan.com Berita

Lamongan — Kelompok Kerja Guru (KKG) MI Ma’arif NU Kecamatan Turi menyelenggarakan pelatihan bertema implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) dan Deep Learning dalam pembelajaran pada Kamis, 23 April 2026, di MI Assyafi’iyah Keben. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya sistematis peningkatan kualitas pembelajaran sekaligus penguatan karakter pendidik di lingkungan Ma’arif NU.


Acara dibuka oleh Ketua PC LP Ma’arif NU Kabupaten Lamongan, Drs. H. Ali Nurdin. Dalam sambutannya, ia menekankan bahwa profesi guru tidak cukup dijalankan secara administratif dan teknis, melainkan harus dilandasi dengan keikhlasan dan ketulusan. Menurutnya, guru harus bekerja dengan hati karena pendidikan pada hakikatnya adalah proses membentuk manusia, bukan sekadar menyampaikan materi. Ia juga mengingatkan pentingnya empat kompetensi yang harus dimiliki guru, yakni pedagogik, profesional, kepribadian, dan sosial, sebagai fondasi dalam menjalankan tugas pendidikan secara utuh. Lebih jauh, ia menegaskan bahwa guru dituntut menjadi uswatun hasanah, teladan bagi peserta didik maupun lingkungan sekitar.


Sesi utama pelatihan diisi oleh narasumber, Latifa Akmaliyah, yang memaparkan konsep dan praktik implementasi Kurikulum Berbasis Cinta serta pendekatan Deep Learning. Ia menjelaskan bahwa KBC merupakan pendekatan yang menempatkan relasi kemanusiaan sebagai inti pembelajaran, di mana guru tidak hanya berperan sebagai penyampai ilmu, tetapi juga sebagai pembimbing yang menghadirkan empati, penghargaan, dan rasa aman bagi siswa. Dalam pandangannya, pembelajaran yang dilandasi cinta akan membuka ruang tumbuh bagi potensi siswa secara lebih optimal.


Lebih lanjut, ia mengaitkan KBC dengan pendekatan Deep Learning yang menekankan pentingnya pemahaman mendalam, berpikir kritis, serta kemampuan mengaitkan pengetahuan dengan realitas kehidupan. Menurutnya, pembelajaran tidak boleh berhenti pada hafalan atau pemahaman dangkal, tetapi harus mendorong siswa untuk merefleksikan, menganalisis, dan memaknai pengetahuan secara kontekstual. Integrasi antara KBC dan Deep Learning, jelasnya, akan melahirkan proses pembelajaran yang tidak hanya kuat secara kognitif, tetapi juga hangat secara emosional dan bermakna secara nilai.


Kegiatan berlangsung dengan suasana interaktif dan reflektif, menunjukkan tingginya antusiasme para peserta dalam mengikuti setiap sesi. Pelatihan ini diharapkan mampu mendorong lahirnya praktik-praktik pembelajaran yang lebih humanis, adaptif, dan berorientasi pada pembentukan karakter, sejalan dengan visi Ma’arif NU dalam membangun pendidikan yang bermutu dan berdaya saing.


Bagikan: