Lewati ke konten utama
Logo LP Maarif NU Lamongan

Sambut Tahun Ajaran Baru, PCNU Lamongan Inisiasi Penyusunan Bahan Ajar Aswaja dan Ke-NU-an

Sambut Tahun Ajaran Baru, PCNU Lamongan Inisiasi Penyusunan Bahan Ajar Aswaja dan Ke-NU-an
06 Jun 2026 admin@maarifnulamongan.com Berita

LAMONGAN, 6 Juni 2026 – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Lamongan menginisiasi langkah besar dalam membentengi ideologi generasi muda NU di wilayahnya. Melalui kolaborasi strategis lintas lembaga, PCNU Lamongan menggelar forum Penyusunan Bahan Ajar Pendidikan Aswaja dan Ke-NU-an yang bertempat di Graha Narita, Sabtu (6/6/2026).


Sebagai ujung tombak dan pelaksana utama di sektor pendidikan, Lembaga Pendidikan (LP) Ma’arif NU Lamongan mengawal langsung penyusunan ini. Buku yang sedang digodok ini nantinya ditargetkan menjadi pegangan wajib dengan sasaran utama seluruh siswa-siswi yang menempuh pendidikan di jaringan sekolah dan madrasah LP Ma’arif NU se-Kabupaten Lamongan.


Agenda strategis ini juga mengintegrasikan pemikiran dari berbagai badan otonom dan lembaga pakar di bawah naungan PCNU Lamongan, meliputi Persatuan Guru NU (Pergunu), Ikatan Sarjana NU (ISNU), Rabithah Ma'ahid al-Islamiyah (RMI NU), dan Lembaga Perguruan Tinggi NU (LPTNU).


Dalam pengantarnya, Wakil Ketua PCNU Lamongan, Dr. Madekhan, M.Si, menyampaikan bahwa inisiasi PCNU ini lahir dari pentingnya memberikan muatan ideologi yang kuat bagi para siswa sejak dini. Ia menegaskan, materi yang disusun oleh tim LP Ma'arif dan lintas lembaga ini harus tetap tegak lurus mengacu pada Surat Keputusan (SK) PW LP Ma’arif NU Jawa Timur.


"Penyusunan Bahan Ajar Aswaja ini sangat penting untuk menyamakan visi. Kita wajib mengacu pada regulasi dan SK PW LP Ma’arif NU agar linier secara organisasi, namun tetap memiliki daya pikat yang sesuai dengan perkembangan psikologi siswa saat ini," ujar Dr. Madekhan.


Inisiasi dari PCNU Lamongan ini diperkuat oleh arahan Wakil Rais Syuriah PCNU Lamongan, KH Faqih Arifin. Dalam sambutannya, beliau menekankan bahwa materi Aswaja yang akan dikonsumsi oleh para siswa harus membumi dan akrab dengan lingkungan tempat tinggal mereka.


Menurut Kiai Faqih, sangat penting bagi siswa di Lamongan untuk memiliki buku pedoman Aswaja sendiri agar sesuai dengan kebutuhan dan konteks kedaerahan lokal NU di Lamongan.


"Sasaran utama kita adalah para siswa. Agar nilai-nilai NU ini meresap dengan baik, materi ke-NU-an harus kontekstual dengan kedaerahan. Kita harus menghadirkan warna dan kekhasan lokal NU di Lamongan ke dalam ruang-ruang kelas mereka melalui bahan ajar ini," tutur KH Faqih Arifin.


Ketua PCNU Lamongan, KH Sahrur Munir, menegaskan bahwa proyek besar yang diinisiasi PCNU dan dimotori oleh LP Ma'arif NU ini memiliki urgensi waktu yang tinggi. Beliau meminta tim penyusun bergerak cepat karena siswa-siswi harus sudah bisa menggunakan buku baru ini pada tahun ajaran baru mendatang.


"Saya meminta tim penyusun dari LP Ma’arif dan seluruh elemen lembaga yang terlibat untuk betul-betul memperhitungkan waktu. Buku ini harus siap dan ready saat tahun ajaran baru dimulai, karena para siswa sudah menantinya," tegas KH Sahrur Munir.


Lebih lanjut, Kiai Sahrur juga menginstruksikan agar produk literasi untuk siswa Ma'arif Lamongan ini digarap secara profesional, memiliki izin edar resmi, serta ber-ISBN. Melalui langkah ini, PCNU Lamongan melalui LP Ma'arif NU berkomitmen mencetak generasi yang berkarakter Aswaja.


Bagikan: