PACIRAN, 2 Februari 2026—Semarak Hari Lahir Nahdlatul Ulama (Harlah NU) yang diselenggarakan oleh MWC LP Ma’arif NU Paciran berlangsung sepanjang bulan Januari 2026, dengan puncak kegiatan digelar pada pekan terakhir bulan Januari. Rangkaian kegiatan ini dilaksanakan dengan penuh semangat kebersamaan, khidmat, dan sarat nilai perjuangan. Lebih dari sekadar perayaan seremonial, Harlah NU menjadi ruang strategis untuk memperkuat budaya akademik, kreativitas, sportivitas, serta komitmen kemanfaatan pendidikan Ma’arif bagi umat.
Rangkaian kegiatan Harlah NU dikemas secara terpadu dan berkesinambungan, meliputi Olimpiade Aswaja lintas jenjang (MI, MTs, dan MA), Lomba Mewarnai TK Muslimat NU se-Kecamatan Paciran, Lomba Bola Voli PTK antarlembaga, Pelantikan Pengurus SAKO Ma’arif dan Karang Pamitran, serta Bimbingan Teknis (Bimtek) Operator UAMNU. Seluruh agenda tersebut dirancang sebagai satu kesatuan ikhtiar dalam membangun ekosistem pendidikan Ma’arif yang berkarakter, profesional, dan berdaya saing.
Ketua Panitia, Ustaz Zainal Muttaqin, M.Pd., menegaskan bahwa Olimpiade Aswaja merupakan instrumen akademik strategis dalam menanamkan nilai-nilai ke-NU-an secara terstruktur dan terukur.
“Melalui kompetisi ini, peserta didik tidak hanya diuji penguasaan materinya, tetapi juga dilatih berpikir kritis, sistematis, serta berkarakter Aswaja dalam suasana akademik yang sehat dan bermartabat,” ujarnya.
Pada pelaksanaan Olimpiade Aswaja tingkat MA, persaingan berlangsung ketat namun tetap menjunjung tinggi sportivitas. MA Tabah Kranji tampil gemilang dan berhasil meraih prestasi tertinggi, disusul MA Masda Dengok yang menunjukkan konsistensi akademik, serta MA Ma’arif 7 Sunan Drajat Banjaranyar. Semangat juang juga ditunjukkan oleh MA Mamba’ul Ma’arif Banjarwati dan MA Ma’arif 20 Tarbiyatul Huda Sendangduwur yang meraih prestasi harapan.
Pada jenjang MTs, dominasi akademik kembali ditunjukkan oleh MTs Tabah Kranji sebagai peraih hasil terbaik. MTs Masda Dengok tampil kompetitif dan mengamankan posisi berikutnya, sementara MTs Al Muhitadi Sendangagung menunjukkan performa yang membanggakan. Apresiasi juga diberikan kepada MTs Ma’arif 13 Tarbiyatul Huda Sendangduwur dan MTs Masda Dengok sebagai bukti pembinaan akademik yang terus berkembang.
Sementara itu, pada tingkat MI, atmosfer kompetisi berlangsung tidak kalah semarak. MI Mazra’atul Ulum 01 Paciran tampil unggul dan meraih capaian terbaik, diikuti MI Tabah Kranji serta MI Mu’awanah Banjaranyar. Prestasi harapan diraih oleh MI Mu’awanah Banjaranyar dan MI Malihatul Hikam Tunggul, menegaskan potensi siswa MI Ma’arif yang terus tumbuh dan menjanjikan.
Untuk jenjang usia dini, Lomba Mewarnai TK Muslimat NU se-Kecamatan Paciran menghadirkan suasana ceria dan penuh imajinasi. TKM Mambaul Ulum Sumuran tampil menonjol, disusul TKM Tarbiyatut Tholabah Kranji dan TK Mazra’atul Ulum 02 Paciran. Kreativitas dari TKM Mambaul Ma’arif Banjarwati serta TK Mazra’atul Ulum 02 Paciran juga mendapat apresiasi sebagai juara harapan.
Nuansa kebersamaan semakin terasa dalam Lomba Bola Voli PTK antarlembaga yang digelar sebagai bagian dari puncak rangkaian Harlah NU. Lebih dari sekadar pertandingan, kegiatan ini menjadi ajang silaturahim dan penguat soliditas para pendidik Ma’arif. Dalam pertandingan yang berlangsung sportif dan penuh semangat, tim Mazra’atul Ulum Paciran keluar sebagai juara, disusul Sunan Drajat Banjaranyar dan Tarbiyatus Shibyan Kemantren.
Sejalan dengan penguatan karakter pendidik, rangkaian kegiatan juga diisi dengan Karang Pamitran, forum profesional para Kakak Pembina Pramuka Ma’arif yang berfungsi sebagai ruang berbagi pengalaman dan peningkatan wawasan kepanduan. Melalui diskusi dan tukar praktik pembinaan, para pembina memperkuat kompetensi kepramukaan yang adaptif dan berlandaskan nilai-nilai Aswaja. Karang Pamitran menjadi bukti bahwa pembinaan kepanduan Ma’arif terus diarahkan secara terencana, kolaboratif, dan berkelanjutan.
Sebagai bentuk penguatan tata kelola akademik, kegiatan juga dilengkapi dengan Bimbingan Teknis (Bimtek) Operator UAMNU. Bimtek ini bertujuan meningkatkan profesionalisme dan akuntabilitas operator lembaga pendidikan Ma’arif dalam pengelolaan data dan pelaksanaan UAMNU sesuai regulasi.
Ketua MWC LP Ma’arif NU Paciran, Ustaz Yahya Nur Kholis, M.Pd., menyampaikan rasa syukur atas suksesnya seluruh rangkaian kegiatan.
“Alhamdulillah, ini adalah nikmat kebersamaan yang patut kita syukuri. Sudah menjadi komitmen kami untuk terus menghadirkan kemanfaatan bagi lembaga pendidikan, bagi umat, dan bagi masyarakat,” tuturnya.
Semarak Harlah NU MWC LP Ma’arif NU Paciran menegaskan bahwa pendidikan Ma’arif bukan sekadar aktivitas kelembagaan, melainkan gerakan nilai, gerakan prestasi, dan gerakan kemanfaatan. Dari Paciran, ikhtiar ini terus dirawat dan dikuatkan demi masa depan generasi Nahdliyin yang berilmu, berbudi, dan berdaya guna.