Lewati ke konten utama
Logo LP Maarif NU Lamongan

PCNU Lamongan Resmi Kukuhkan Satgas Jaga Anak, Perkuat Perlindungan Anak dari Bullying dan Kekerasan

PCNU Lamongan Resmi Kukuhkan Satgas Jaga Anak, Perkuat Perlindungan Anak dari Bullying dan Kekerasan
06 Jul 2026 admin@maarifnulamongan.com Berita

Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Lamongan resmi mengukuhkan Satgas Jaga Anak PCNU Lamongan sebagai langkah nyata dalam memperkuat perlindungan anak di lingkungan keluarga, lembaga pendidikan, hingga masyarakat.

Prosesi pengukuhan dilaksanakan oleh Rais Syuriyah PCNU Lamongan, KH. Salim Ashar, bersamaan dengan agenda Rapat Pleno Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama yang berlangsung di lantai 3 Kantor PCNU Lamongan, Jalan Kiai Amin Nomor 9, pada Minggu (5/7/2026).


Satgas Jaga Anak PCNU Lamongan Hadir untuk Melindungi Hak Anak


Ketua PCNU Lamongan, Syahrul Munir, menjelaskan bahwa pembentukan Satgas Jaga Anak bertujuan memberikan pendampingan kepada anak-anak yang menghadapi berbagai persoalan. Selain itu, satuan tugas ini juga berperan dalam mencegah serta meminimalkan berbagai bentuk pelanggaran hak anak, seperti perundungan (bullying), kekerasan, eksploitasi, hingga tindakan yang dapat menghambat tumbuh kembang anak.


Menurutnya, kehadiran Satgas Jaga Anak merupakan bentuk komitmen Nahdlatul Ulama dalam menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan ramah bagi anak-anak.


"Anak merupakan generasi penerus bangsa yang harus mendapatkan perlindungan secara maksimal. Satgas Jaga Anak diharapkan menjadi garda terdepan dalam memberikan edukasi, melakukan pencegahan, serta memberikan pendampingan ketika terjadi persoalan yang melibatkan anak," ujar Syahrul Munir.


Bangun Kolaborasi Perlindungan Anak di Kabupaten Lamongan


Tidak hanya fokus pada pendampingan, Satgas Jaga Anak PCNU Lamongan juga akan membangun sinergi dengan berbagai pihak. Kerja sama tersebut melibatkan pemerintah daerah, lembaga pendidikan, aparat penegak hukum, hingga masyarakat untuk memperkuat sistem perlindungan anak di Kabupaten Lamongan.


Syahrul Munir juga mengungkapkan bahwa gagasan pembentukan Satgas Jaga Anak telah mendapat respons positif dari Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) saat dirinya menghadiri penutupan Musyawarah Nasional (Munas) dan Konferensi Besar (Konbes) di Bangkalan, Madura.


Ia berharap ke depan Satgas Jaga Anak PCNU Lamongan dapat menjalin kolaborasi yang lebih luas bersama Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia (KemenPPPA) demi meningkatkan efektivitas perlindungan anak.


Siap Bergerak Hadapi Tantangan Era Digital


Sementara itu, Ketua Satgas Jaga Anak PCNU Lamongan, Umaiyah, menyampaikan bahwa amanah yang diemban merupakan tantangan besar, terutama di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital yang memengaruhi kehidupan anak-anak.


Menurutnya, generasi muda saat ini merupakan calon pemimpin masa depan yang harus dipersiapkan dengan lingkungan yang aman, nyaman, dan terbebas dari berbagai bentuk kekerasan, baik verbal, fisik, sosial, maupun kekerasan di ruang digital (cyber).


Sebagai langkah awal, Satgas Jaga Anak PCNU Lamongan akan segera menjalankan berbagai program sosialisasi dan edukasi kepada para pendidik, ustaz, ustazah, serta para pengelola pondok pesantren. Kegiatan tersebut akan dilaksanakan melalui forum bersama LP Ma'arif NU dan PC RMI sebagai upaya memperkuat kesadaran akan pentingnya perlindungan anak di lingkungan pendidikan dan keagamaan.


Komitmen Mewujudkan Lingkungan Ramah Anak


Dengan resmi dikukuhkannya Satgas Jaga Anak PCNU Lamongan, diharapkan angka bullying, kekerasan, eksploitasi, serta berbagai bentuk pelanggaran hak anak di Kabupaten Lamongan dapat terus ditekan. Kehadiran satgas ini menjadi bukti komitmen Nahdlatul Ulama dalam menghadirkan lingkungan yang lebih aman, kondusif, dan mendukung tumbuh kembang anak secara optimal melalui kolaborasi berbagai elemen masyarakat.


Bagikan:
Chat Kami