Lamongan--Guna menjalankan fungsi sebagai penjamin mutu madrasah dan sekolah di bawah naungannya, PC LP Maarif Lamongan mengintensifkan agenda pendampingan bagi lembaga pendidikan sasaran akreditasi tahun ini. Upaya tersebut diawali dengan pembekalan internal bagi tim pendamping yang digelar di Aula LP Maarif Lamongan, Sabtu (28/2/2026).
Pembekalan menghadirkan Dra. Hj. Ida Safiatur Rohmah, M.Pd. sebagai narasumber. Dalam paparannya, ia menegaskan bahwa paradigma akreditasi saat ini mengalami pergeseran signifikan dibanding periode sebelumnya.
“Dulu, konsen tagihannya banyak terkait dokumen dan dokumen. Hari ini lebih kompleks,” ujarnya.
Menurut Ida, instrumen akreditasi terbaru tidak lagi bertumpu pada kelengkapan administratif semata, melainkan menekankan pada implementasi mutu, budaya sekolah, serta dampak nyata proses pembelajaran terhadap peserta didik. Karena itu, tim pendamping dituntut memahami substansi instrumen sekaligus mampu mengarahkan lembaga dalam menyiapkan eviden yang autentik dan relevan.
Ketua panitia kegiatan menyampaikan, pembekalan ini merupakan tahap pematangan tim sebelum turun langsung ke madrasah dan sekolah sasaran. Pendampingan yang dirancang oleh LP Maarif Lamongan terbagi dalam dua model.
Pertama, pembekalan bersama yang dijadwalkan pada 2 Maret 2026. Dalam agenda tersebut, setiap lembaga sasaran diwajibkan menghadirkan satu operator dan tiga koordinator komponen dari masing-masing madrasah atau sekolah. Skema ini dimaksudkan untuk menyamakan persepsi sekaligus memperkuat pemahaman teknis penyusunan dokumen dan pengisian instrumen.
Kedua, pendampingan khusus yang direncanakan berlangsung setelah Hari Raya. Model ini bersifat lebih intensif dan terfokus pada kebutuhan spesifik tiap lembaga.
Sebanyak 36 personel pengurus LP Maarif Lamongan telah didistribusikan untuk mendampingi 15 lembaga pendidikan yang menjadi sasaran visitasi akreditasi. Distribusi ini diharapkan mampu memastikan proses pendampingan berjalan efektif, terukur, dan sesuai standar penjaminan mutu.
Melalui rangkaian agenda tersebut, LP Maarif Lamongan menegaskan komitmennya dalam memperkuat kualitas madrasah dan sekolah binaan, sekaligus memastikan kesiapan lembaga menghadapi visitasi akreditasi secara substantif, bukan sekadar administratif.