Lewati ke konten utama
Logo LP Maarif NU Lamongan

Bimtek Akreditasi Ma’arif NU Lamongan Kupas Instrumen dan Mekanisme Akreditasi Terbaru

Bimtek Akreditasi Ma’arif NU Lamongan Kupas Instrumen dan Mekanisme Akreditasi Terbaru
24 Jan 2026 admin@maarifnulamongan.com Berita

LAMONGAN— Bimbingan Teknis (Bimtek) Akreditasi bagi lembaga pendidikan Ma’arif NU yang digelar di Aula Pascasarjana Universitas Islam Lamongan (Unisla), Sabtu (24/1/2026), difokuskan pada pendalaman instrumen akreditasi terbaru serta mekanisme pelaksanaan akreditasi.

Dalam sesi materi, Prof Dr Hj Hanun Asrohah, M.Ag, memaparkan konsep sekolah berkualitas yang menjadi dasar penilaian akreditasi. Ia menjelaskan bahwa sekolah yang baik ditandai oleh iklim belajar yang kondusif, kepemimpinan kepala sekolah yang efektif, kinerja pendidik dalam proses pembelajaran, serta capaian hasil belajar peserta didik.

Prof Hanun juga menguraikan perubahan dan penajaman indikator dalam Instrumen Akreditasi 2025. Menurutnya, penilaian kini lebih menekankan pada praktik nyata di kelas, bukan sekadar kelengkapan dokumen administrasi.

Ia mencontohkan pentingnya bukti umpan balik guru kepada siswa untuk membangun kepercayaan diri dan pola pikir bertumbuh, serta bagaimana guru menyesuaikan strategi pembelajaran bagi siswa yang memerlukan dukungan tambahan.

Selain itu, Prof Hanun menekankan pentingnya dukungan emosional dalam pembelajaran. Guru diharapkan mampu membantu siswa mengelola emosi, seperti rasa bosan, takut, atau frustasi, melalui variasi metode, refleksi, dan penciptaan suasana belajar yang nyaman.

Sementara itu, Dr Ahmad Fauzi menyampaikan materi tentang mekanisme dan tahapan akreditasi. Ia menjelaskan bahwa proses akreditasi diawali dengan identifikasi dan penetapan sasaran, dilanjutkan sosialisasi, pra-visitasi, visitasi dan penilaian, validasi hasil, hingga penetapan dan sosialisasi hasil akreditasi.

Dr Fauzi menekankan peran strategis kepala sekolah dalam setiap tahapan, mulai dari menyiapkan dokumen pendukung, memfasilitasi proses visitasi, hingga mengisi dan menandatangani berita acara secara digital melalui aplikasi Sispena.

Ia juga menjelaskan peran tim asesor dan tim validasi dalam memastikan proses akreditasi berjalan kredibel, objektif, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Dalam sesi pendalaman, peserta dibagi untuk mengkaji satu indikator akreditasi, menganalisis rubrik penilaian, serta mengidentifikasi bukti pendukung yang relevan sesuai dengan praktik di sekolah masing-masing.

Melalui pemaparan materi ini, para peserta diharapkan tidak hanya memahami prosedur akreditasi, tetapi juga mampu menerapkan prinsip-prinsip mutu dalam kegiatan pembelajaran sehari-hari.

Bimtek ini menjadi ruang belajar bersama bagi sekolah-sekolah Ma’arif NU untuk menyiapkan diri menghadapi akreditasi secara lebih terarah, sistematis, dan berbasis praktik nyata di lapangan.


Bagikan: