Lewati ke konten utama
Logo LP Maarif NU Lamongan

Ketua Ma’arif NU Lamongan Tekankan Kolaborasi sebagai Kunci Masa Depan Pendidikan

Ketua Ma’arif NU Lamongan Tekankan Kolaborasi sebagai Kunci Masa Depan Pendidikan
01 Feb 2026 admin@maarifnulamongan.com Berita

Lamongan — Workshop Tes Kemampuan Akademik (TKA) Guru NU jenjang SD/MI digelar di SDNU Banat Banin Lamongan (31 Januari–1 Februari 2026) dengan diikuti 105 peserta, jauh melampaui target awal 50 orang. Kegiatan yang diselenggarakan PC Pergunu Lamongan ini menjadi ruang penguatan kapasitas guru sekaligus peneguhan arah kolaborasi pendidikan NU di daerah tersebut.


Kegiatan ini dihadiri sejumlah tokoh NU Lamongan, antara lain Wakil Rais Syuriah PCNU Lamongan KH Faqih Arifin, Ketua PCNU Lamongan Dr (HC). KH Syahrul Munir, Ketua PC Pergunu Lamongan Dr. Muhammad Asrori, serta Ketua PC LP Ma’arif NU Lamongan Drs. H. Ali Nurdin, M.Pd.


Dalam sambutannya, Ketua PC LP Ma’arif NU Lamongan, Drs. H. Ali Nurdin, menegaskan bahwa masa depan pendidikan NU hanya dapat dibangun melalui sinergi antara Pergunu dan LP Ma’arif. Ia mengapresiasi gerak Pergunu Lamongan yang dinilainya progresif dan massif.


“Saya di Ma’arif melihat Pergunu Lamongan periode ini gerakannya sangat luar biasa. Hampir sama dengan Ma’arif yang dalam tiga bulan terakhir ini tidak pernah berhenti berkegiatan,” ujar Ali Nurdin. Menurut dia, kondisi tersebut merupakan pertanda baik bahwa seluruh penggerak pendidikan NU bergerak secara aktif dan simultan.


Ali Nurdin menegaskan bahwa Pergunu dan LP Ma’arif memiliki mandat berbeda namun saling melengkapi. Pergunu fokus pada penguatan profesionalitas guru, sementara Ma’arif menguatkan kelembagaan pendidikan. “Maka, Ma’arif berharap Pergunu dan Ma’arif Lamongan dapat sinergi dan bergandengtangan membangun pendidikan NU di Lamongan, karena nyatanya kita tidak bisa hidup dan bergerak sendiri,” katanya.


Ketua PCNU Lamongan, Dr (HC). KH Syahrul Munir, dalam sambutannya menekankan pentingnya peningkatan mutu guru sebagai fondasi utama pendidikan NU. Menurut dia, kualitas pendidikan tidak hanya ditentukan oleh sarana dan kurikulum, tetapi terutama oleh kualitas pendidiknya.


“Guru NU harus terus meningkatkan kompetensi agar mampu melahirkan generasi yang cerdas, berakhlak, dan berakar kuat pada nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah,” ujar KH Syahrul Munir.


Sementara itu, Ketua PC Pergunu Lamongan, Dr. Muhammad Asrori, menjelaskan bahwa workshop TKA dirancang sebagai ruang penguatan kapasitas dan kompetensi guru. Ia menegaskan bahwa TKA bukan semata-mata soal ujian.


“TKA bukan hanya soal mengerjakan tes, tetapi tentang bagaimana guru mampu menyiapkan murid secara utuh—akademik, karakter, dan kepercayaan diri,” kata Asrori.


Workshop yang berlangsung selama dua hari ini disambut antusias para peserta. Para guru aktif berdiskusi dan mendalami strategi pembelajaran TKA yang efektif dan kontekstual. Dengan membludaknya peserta, kegiatan ini menjadi penanda kuat bahwa kebutuhan peningkatan kapasitas guru NU semakin dirasakan lintas wilayah, sekaligus mempertegas pentingnya kolaborasi antarlembaga dalam membangun pendidikan NU yang unggul, berkelanjutan, dan bermartabat.


Bagikan: